Tampilkan postingan dengan label Bake. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bake. Tampilkan semua postingan

Kamis, 24 Desember 2015

Lemon Shortbread

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaykum ^^





Alhamdulillah masih diberi kesempatan sama Allah SWT untuk update blog. Kalau blog ini masih bisa di-up date itu artinya Allah SWT masih memberikan saya nafas kehidupan sehingga (meskipun jarang diperbaharui) blog ini sedikit banyak bisa memberi manfaat untuk orang lain, semoga. Melihat traffic blog, postingan saya yang paling sering dilihat orang adalah kue mangkok ubi ungu, hal ini membuat saya bahagia karena ternyata blog sederhana ini masih bisa memberi manfaat :)

Lemon shortbread saya buat dalam rangka menghabiskan stok butter di kulkas. Butter yang dibeli dari bulan Juni atau Juli 2015 untuk buat kue lebaran tapi masih bersisa sampai bulan November, hehe.. Tapi tenang, kondisinya masih bagus kok :D Lemon shortbread mirip sama kukis ternyata. Rasanya enak, aroma lemon bercampur dengan butter yang wangiiii dan ada asem-asemnya gitu (yaiyalah,,,) Kalo liat foto di blog rujukan lemon shortbread nya cantik, tipis-tipis, punya saya kegendutan hihi... Trus fotonya juga seadanya, dipotret jam setengah sembilan malam itu pun baru ingat kalo lemon shortbread ini ternyata tinggal lima buah, hihi.. :D Yuk ah cek resepnya..

Minggu, 01 Maret 2015

Puding Roti Pisang Coklat

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaykum

Kalau tempo hari memanfaatkan fettucine yang belum habis, kali ini gilirannya roti tawar yang dimanfaatkan :D hehe.. Baru pertama kali sih bikin puding roti beginian tapi udah langsung suka sama rasanya. Rasanya mirip sama roti langganan yang sering ku beli kalo kerja, roti pisang coklat keju. Langsung ke resep aja ya, resepnya sih asal cemplung aja.





Puding Roti Pisang Coklat

Bahan:
  • 4 lembar roti tawar
  • 4 buah pisang (bisa pakai pisang apa saja)
  • 450 ml susu coklat cair
  • 1 butir telur, kocok
  • 5 sdm gula
  • 1/2 sdt garam
  • 1/4 sdt esens vanili
  • Keju cheddar parut secukupnya
Cara membuat:
  1. Robek-robek roti tawar, sisihkan
  2. Potong-potong dua buah pisang, yang dua lagi haluskan menggunakan garpu
  3. Di wadah yang lain, campur susu, gula, garam, telur dan esens vanili, aduk rata menggunakan ballon whisk
  4. Campurkan pisang yang telah dihaluskan, aduk kembali
  5. Susun roti dan pisang berselang-seling dalam wadah tahan panas (ramekin, kaserol, mug keramik, dsb)
  6. Siram dengan campuran susu hingga roti terendam
  7. Taburi dengan keju parut
  8. Panggang dengan suhu (kira-kira) 160 derajat C selama 45 menit
  9. Ready to serve :D
Hmm.. Saya motret puding ini di kantor, hehe.. jadi mohon maaf kalo a la kadarnya ya kaya nama blog saya :D

Selamat mencoba!

Mdn, 01.03.15

Selasa, 13 Mei 2014

Macaroni Schotel with Double Sauce (Bechamel and Bolognese Sauce)

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaikum.

Sudah bulan Mei, harus ada postingan nih. Ya tak apalah kalau cuma satu postingan sebulan, hihi... Setidaknya masih ada memberi manfaat walaupun mungkin sedikit. Alhamdulillah kalau ada waktu luang saya tetap menyempatkan diri untuk mencoba resep namun sayangnya saya sering tidak sempat untuk memotret hasil uji coba tersebut. Alhasil masakan saya pun berlalu begitu saja di perut, tidak ada "kenang-kenangannya", hehe..



Sekarang bimbingan belajar sedang sibuk dengan program persiapan ujian SBMPTN (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negri). Jam kerja saya berubah drastis, dari yang biasa masuk kantor pukul sebelas dan pulang menjelang isya, kini pukul tujuh pagi saya harus stand by di kantor. Berangkat pun layaknya zaman sekolah menengah dulu, pukul enam sudah nungguin angkot, hehe.. Namun saya sangat menikmati masuk kantor pagi yang akan saya jalani selama dua bulan ke depan. Kualitas udara jauh lebih baik ketika saya berangkat di pagi hari. Yang lebih menguntungkan, pulang kerja saya masih bisa melihat matahari..! :D Saya pulang pukul 14:40 WIB. Biasanya saya akan menyempatkan diri untuk mencoba resep baru agar dapat dibawa ke kantor keesokan harinya. Begitu pula dengan makutel ini, hasil uplek di dapur setelah pulang ngantor.





Untuk resepnya, saya lihat di beberapa blog. Lalu pilihan pun jatuh ke resep makutel ala Bunda Nina, kemudian saya modifikasi sesuai selera. Saya menggunakan 125 gram macaroni saja hasil akhirnya tiga buah ramekin dan sebuah kaserol mini. Ngabisinnya bener-bener perjuangan karena yang doyan cuma saya sendiri, hihi... Oh ya, kenapa "double sauce"? Karena saus yang saya gunakan ada dua macam; bechamel sauce dan bolognese sauce. Yummy lah pokoke :9




Berikut resepnya...

Macaroni Schotel with Double Sauce

Bahan:
  • 150 gr makaroni
  • 250 ml susu cair
  • 50 gr wortel diserut
  • 1/2 kaleng kecil kornet sapi
  • 1/2 buah bawang bombay cincang
  • 1 siung bawang putih cincang halus
  •  2 butir telur
  • 1/2 sdt mericaa
  • 1/2 sdt garam
  • 1/2 sdt gula
  • oregano secukupnya
  • 1 sdm margarin utk menumis
Cara Membuat:
  1. Didihkan air secukupnya. Tambahkan sesendok minyak lalu rebus makaroni hingga al dente. Tiriskan.
  2. Lelehkan margarin, tumis bawang putih dan bawang bombay hingga harum dan layu.
  3. Masukkan kornet sapi, aduk-aduk hingga daging mulai kering, masukkan wortel serut.
  4. Bumbui dengan garam, gula, dan merica. Tambahkan sedikit air agar tidak terlalu kering.
  5. Masukkan makaroni yang telah direbus. Aduk.
  6. Campurkan susu dengan telur, kocok sebentar dengan garpu.
  7. Tuangkan ke tumisan makaroni, aduk hingga susu terserap. Taburkan oregano. Matikan api.
Saus Bolognese

Bahan:
  • 2 buah tomat, buang kulit dan bijinya lalu cincang halus (saya: kerat bagian atas tomat lalu rebus hingga kulitnya terkelupas)
  • 1/2 kaleng kecil kornet sapi
  • 1 buah bawang putih cincang halus
  • 1/2 buah bawang bombay cincang halus
  • 2 sdm saus sambal
  • 3 sdm saus tomat
  • Gula, garam, dan merica secukupnya
  • Oregano secukupnya
  • 1 sdm margarin untuk menumis
Cara Membuat:
  1. Panaskan margarin, tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu dan harum.
  2. Masukkan daging kornet, aduk rata. Tambahkan sedikit air bila terlalu kering.
  3. Tuangkan tomat cincang, aduk.
  4. Bumbui dengan saus tomat, saus sambal, gula, garam dan merica.
  5. Taburi oregano. Tes rasa. Matikan api bila saus sudah mengental
Saus Bechamel (Saus Putih)

Bahan:
  • 2 sdm mentega/margarin
  • 2 sdm tepung terigu
  • 125 ml susu cair
  • 50 gram keju parut
  • Gula, garam dan merica
Cara Membuat:
  1. Lelehkan mentega, tambahkan terigu, aduk rata.
  2. Tuangkan susu sedikit demi sedikit sambil diaduk agar rata.
  3. Masukkan keju cheddar dan bumbu-bumbu. Aduk hingga rata. Matikan api
 
Penyelesaian:
  1. Siapkan ramekin, sendokkan makaroni, ratakan di permukaan ramekin.
  2. Oleskan saus bolognese di permukaan makaroni
  3. Sendokkan kembali makaroni, ratakan
  4. Oleskan saus bechamel (saus putih), ratakan
  5. Taburi dengan keju cheddar parut dan oregano.
  6. Panggang 20-30 menit. Siap disajikan dengan saus sambal favorit.
Alhamdulillaah... akhirnya kelar juga ngetiknya, hehe.. Minum dulu ah, hihi..



Selamat bereksperimen..! :D 


Mdn, 130514

_miyukotaque

Senin, 20 Januari 2014

Pumpkin Spicy Muffin dan Cake Labu

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaikum..




Resep ini saya buat tahun lalu, sehari sebelum hari pertama saya masuk kerja. Sebenernya ini cake labu  dari resep mbak Hesti tapi karena loyangnya kekecilan jadi ada sisa adonan. Sisa adonan saya letakkan di paper cup dan cetakan muffin setelah sebelumnya saya menambahkan sedikit bumbu spekuk ke adonannya. SubhanaAllaah... wangi sekali muffin ini saat ovennya dibuka ^_^

Untuk cake labunya tidak ada foto karena cakenya gosong. Huhuhu.... :'( tapi alhamdulillaah cake masih enak meskipun saat mau dimakan mesti dipilihin bagian yang tidak gosong, hehe... Berikut resepnya dengan sedikit modifikasi..

Pumpkin Spicy Muffin

Bahan:
  • 5 kuning telur
  • 3 putih telur
  • 200 gr gula pasir
  • 1 sdt emulsifier
  • 175 gr terigu protein rendah
  • 25 gr susu bubuk
  • 1/2 sdt Baking Powder
  • 300 gr labu kukus halus
  • 150 gr margarin dicairkan
  • 1/2 sdt bumbu spekuk
Cara Membuat:
  1. Panaskan oven. Olesi loyang dengan mentega.
  2. Kocok  telur, gula dan emulsifier hingga mengembang. Masukkan campuran terigu, susu bubuk, dan baking powder yang telah diayak. Kocok asal rata.
  3. Masukkan labu halus, kocok rata, tambahkan bumbu spekuk dan terakhir tuangkan margarin yang telah dicairkan. Aduk.
  4. Tuang ke loyang atau paper cup. Panggang hingga matang sekitar 35-40 menit.
Cake nya menjadi cake favorit saya. Labu bisa diganti dengan tape singkong atau pisang. Rasanya tetap yummy :9 Selamat Mencoba..! ^_^

Wassalaamu'alaikum..

Mdn, 20.01.14

Senin, 23 September 2013

Manis Pahit Brownies Kopi

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaikum..

Apa kabar? ^^ Semoga sehat selalu ya.. Alhamdulillaah sempat posting tulisan lagi. Kali ini brownies kopi. Bikinnya udah lama sekaliiii.. H-2 Idul Fitri 2013. Barangkali belakangan ini saya bakal sering posting resep yang udah lama saya coba namun belum sempat diposting resepnya. Saya belum sempat eksperimen di dapur emak tercintah nih, maklum yang punya blog mahasiswa tingkat akhir yang kece abis tapi penelitiannya belum kelar2, hihi.. :p Mohon do'anya ya.. biar saya segera seminar, trus sidang meja hijau (kalau sekarang istilahnya "ujian komprehensif") trus diwisuda deh. Aamiiinn... :)

Kembali ke brownies kopi, kapan hari ya saya pernah nyicip brownies rasa kopi, saya lupa, kayaknya sih di seminar gitu lah, isi snack box nya, hehe.. Saya langsung suka karena saya suka kopi. Wangiii.. trus rasanya emang enak meskipun ada rasa pahit khas kopi, browniesnya gak perlu dikunyah cukup saya emut2 aja karena kalo saya kunyah gigi saya bakal coklat2 deh... haha.. :D



Sebenernya waktu itu saya ngerasa pengen lagi *rakus* trus saya liat temen saya di sebelah browniesnya masih utuh, sebelum saya mangap buat bilang "boleh barter browniesnya sama risolku gak?", tangan dia bergerak dengan cepat ke snack box nya dan meluncurlah tu brownies ke mulutnya dengan sukses. Oke fine, saya pun langsung mingkem. Haha.. Sayangnya, snack box nya gak punya merek, kayaknya sih itu pesan sama orang gitu, bukan di cake shop jadinya saya gak tau musti dapetin brownies itu dimanaaaa... ><

Nah, awal Juli yang lalu saya dapat oleh-oleh dari adik kelas di kampus yang baru pulang kampung ke rumahnya di Dairi, Sidikalang. Sidikalang ini terkenal sebagai penghasil kopi terbaik di Sumatera Utara. Alhamdulillaah... Saya diberi sekotak kopi asli Sidikalang. Aromanyaaaa Broooooo... Mantap kali bah....!!! (keluar logat bataknya :p) Wangiiiii... Emak sama bapak saya aja hepi bukan main ketika dapet oleh2 dari si Najmi ini (nama adik kelas saya). Langsung deh, ba'da maghrib kita ngopi berjama'ah. Yang jadi imamnya si Bapak (hush..! apaan sih?! ngaco..! haha). Kelar ngopi baru deh sekeluarga pada keliyengan. Kafeinnya tinggi. Haha.. jadi inget kopi dari Aceh juga punya kadar kafein tinggi. Berhubung bulan Juli bertepatan sama Ramadhan 1434 H, acara ngopi berjama'ahnya gak dilanjutin karena kita bertiga (bapak, emak, dan saya) punya masalah sama lambung. Sebagian kopi ditransfer ke tetangga, tapi masih ada setengah kotak lagi, masih cari momen buat ngabisinnya.

Saya baru ingat, kenapa gak coba buat brownies kopi aja. Saya googling dan ketemu resep brownies cappucinonya Mbak Hesti. Kata beliau ini brownies favorit suaminya. Yauda deh, saya coba bikin dengan sedikit modifikasi resep (saya bikin setengah resep). Yang mau coba, ini resepnya yaa.. :D


diedit abis-abisan, motretnya jelang maghrib

Brownies Kopi
Sumber: Hesti's Kitchen dengan sedikit modifikasi

Bahan:
  • 100 gr salted butter
  • 100 gr Dark Cooking Chocolate (DCC)
  • 2 butir telur
  • 1/2 sdt vanili
  • 2 sdm bubuk kopi sidikalang seduh dengan 50 mL air panas
  • 125 gr gula pasir
  • 85 gr tepung protein sedang
  • 15 gr coklat bubuk
  • 50 gr kacang tanah sangrai, cincang kasar
Cara Membuat:
  1. Lelehkan butter dan DCC dengan cara ditim. Dinginkan.
  2. Campur dengan seduhan kopi yang telah disaring. Sisihkan.
  3. Kocok telur, gula, dan vanili cukup sampai gula larut.
  4. Masukkan campuran coklat leleh, aduk asal rata.
  5. Tambahkan tepung dan coklat bubuk yang telah diayak. Aduk sampai rata.
  6. Campur sebagian kacang tanah cincang.
  7. Tuang ke loyang yang telah dioles margarin. Taburi sisa kacang sangrai. Panggang sampai matang (saya panggang selama satu jam karena menggunakan loyang loaf. Salah loyang, hehe..).


vintage style.. jadi inget kak Yo yang demen sama vintage :3

Saat dipanggang, aromanya enak banget. Browniesnya saya coba saat buka puasa. Alhamdulillaah rasanya enak, mirip seperti brownies kopi yang ada di snack box. Tekstur dense nya bikin saya ketagihan. Selebihnya brownies ini dibawa emak ke kampung nenek dan dimakan sama sepupu-sepupu saya. Hmm.. Itu aja deh. Semoga berkenan mencoba ^^
Wassalaamu'alaikum..


Mdn, 22.09.13


_miyukotaque_

Selasa, 17 September 2013

Cerita Tentang Roti: Coffee Cream Bun, Caterpillar Bread, Cheese & Chocolate Bread and Bread Floss

Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Assalaamu'alaikum.

Setelah kemarin siang tulisan tentang rerotian ini sempat ter-pending, sekarang saya sempatkan posting deh, ngikutin anjurannya Mbak Rina yang dapurnya selalu manis. Hihi.. Apa coba maksudnya? :p

Judulnya keren yah, rame lagi, padahal kekerenan judul itu tidak sebanding dengan penampakan rotinya. Haha.. :D #ketawa miris. Teman-teman saya para food blogger udah bolak-balik posting resep roti andalan mereka dengan bentuk roti yang oke pula pastinya. Now, it's my turn to post it! #sok oke

Pertama kali saya buat roti itu tahun lalu, tepatnya 17 November 2012. Saya buat roti dalam rangka "pamer" sama nenek saya yang saat itu berkunjung ke rumah. Jadi saya sok-sok'an unjuk gigi gitu serasa udah jago masak dan bikin kue, padahal masih amatiran bangeeett. Haha.. :D Adonan roti saya yang pertama itu "ngintip" di blognya Mbak Hesti. Di blognya proses pembuatan menggunakan metode water roux / tanzhong. Trus saya baca beberapa artikel dan review tentang proses pembuatan roti yang lain. Ada tulisan yang menyebutkan bahwa mencampur ragi dengan air hangat dapat menghilangkan bau khas ragi, kalau saya tidak salah ini dinamakan metode hidesuki ya..

Nah, karena saya amatiran yang sok tau dan sok oke, jadi saya mix lah kedua metode itu, alhasil adonan saya lembeeeekk banget, susah kalisnya, padahal udah bolak-balik saya tambahin terigu tapi tetap aja lembek dan lengket :( Emak pun ikut turun tangan nguleni tapi adonan masih saja lengket. Analisis emak sih mungkin karena kebanyakan air. Menurut saya analisis ini ada benarnya karena baik metode water roux dan hidesuki sama-sama membutuhkan air dalam prosesnya jadi satu resep menggunakan dua kali lipat air meskipun jumlahnya sudah saya kurangi.

Saat itu saya membuat dua jenis roti, coffee cream bun dan caterpillar bread. Untuk resep krim kopinya bisa dilihat di sini ya.. ^_^ Resep adonan rotinya juga bisa dilihat di laman tersebut. Ada beberapa hikmah yang dapat saya ambil dari proses pembuatan roti yang pertama ini:
  1. Patuhi resep! terutama yang pemula dan pertama kali membuat roti. Pilih resep yang pas dan perlakukan bahan sesuai SOP nya, hihi.. Kalau sudah jago boleh deh improvisasi.
  2. Uleni adonan hingga benar-benar kalis. Jangan langsung terburu-buru menambahkan tepung atau apapun, uleni saja dahulu.


kata nenek saya, coffee cream bread ini kalau dijual harganya Rp 8000,00 haha.. :D



nah, begini nih teksturenya

Oya, caterpillar bread saya juga bentuknya aneh, hihi.. Apalagi saya mengoleskan kuning telur sedikit sekali di permukaan roti sehingga permukaannya pucat. Meskipun terhitung gagal namun hasil rotinya cukup memuaskan, lembuuutt.. Saya cukup bangga *hidung kembang kempis*. Sayangnya, setelah beberapa jam rotinya cenderung alot :(

bentuk caterpillar bread yang aneh... tapi ini mendingan sih daripada caterpillar bread saya baru-baru ini

Momen kedua saya buat roti adalah 5 Maret 2013. Roti itu saya buat sebagai bekal untuk Partner In Virtue (PIV) yang mau pulang ke rumah orang tuanya di luar Sumatera Utara. Masih dengan metode water roux tapi kali ini adonannya gagal. :'( Padahal saya tidak memodifikasi resepnya. Tapi ya itu tadi, saya melupakan hikmah membuat roti poin kedua di atas. Saya terlalu banyak menambahkan tepung ke adonan sehingga adonan jadi keras. Saat itu saya membuat caterpillar bread dan roti isi coklat biasa. Sayang tidak sempat saya foto. Namun yang namanya sahabat tetap saja membesarkan hati saya dengan menyebut roti yang saya buat rasanya mantap. hehe..

Ketiga kalinya saya membuat roti beberapa hari yang lalu, 11 September 2013. Dalam rangka menghabiskan stok ragi setengah sachet. Kali ini saya beralih ke resep adonan roti dari NCC. Saya lihat di blognya my best cyber sister, Mbak Mimie. Berikut resepnya:

Adonan Dasar Roti (saya buat setengah resep)
Sumber: Soft Bread NCC via Mbak Mimie

Bahan:
  • 250 gram tepung terigu protein tinggi
  • 50 gram gula halus
  • 1/2 sachet (6 gram) ragi instan
  • 100 ml air dingin
  • 2 butir kuning telur, kocok sebentar
  • 50 gram margarin
  • 1/4 sdt garam halus

Cara Membuat:
  1.  Campur tepung, gula, dan ragi, aduk rata.
  2. Tambahkan kuning telur dan air dingin sedikit demi sedikit. Uleni hingga setengah kalis. Pindah menguleni adonan ke meja dapur.
  3. Tambahkan margarin dan garam, uleni hingga adonan kalis. Tanda adonan kalis adalah tidak lengket di wadah/meja dan di tangan serta jika ditarik adonan terasa elastis.
  4. Bulatkan adonan, letakkan dalam wadah, tutupi dengan serbet dan diamkan selama 45 - 60 menit hingga adonan mengembang dua kali lipat.
  5. Setelah mengembang dua kali lipat, kempiskan adonan, bagi menjadi delapan buah (kurang lebih 40 - 50 gram).
  6. Bentuk adonan sesuai yang diinginkan. Saya membuat caterpillar bread dua buah, roti isi coklat keju dua buah, dan sisanya akan saya buat bread floss.
  7. Setelah dibentuk, letakkan di loyang yang telah disemir margarin, diamkan 15 menit.
  8. Panggang roti menggunakan oven yang telah dipanaskan dengan suhu 180 derajat celcius selama 15 - 20 menit.

masih mentah, ini untuk bread floss, ukurannya gak kompak ya.. hehe





nah ini yang udah dipanggang :D





caterpillar bread yang belum dipanggang, bentuknya aneh :3

kiri: roti isi coklat, kanan: caterpillar bread yang udah dipanggang



bread floss emak, blur dengan sukses

Alhamdulillaah kali ini kami puas dengan hasilnya, lembuuutt dan sudah mirip dengan roti yang biasa kami beli di bakery langganan. Emak request bread floss, jadi setelah roti matang dan agak dingin roti saya belah tanpa terputus, lalu saya olesi dengan mayonaise yang dicampur dengan susu kental manis dan selanjutnya saya taburi abon sapi. Hmmm... nyam nyam :q Emak puas dengan rasanya :D

Caterpillar Bread saya masih saja buruk, huhu.. T__T Tapi saya tidak akan menyerah, kapan-kapan saya akan coba lagi dengan resep soft bread NCC ini saja. Selain bahannya mudah, prosesnya juga tidak ribet, dan yang menggembirakan, sampai esok hari rotinya tetap enak :D 

Jadi, begitu deh cerita tentang roti-roti buatan saya. Panjang yaa... haha.. :D Tapi saya puas ketika tulisan ini akhirnya terwujudkan juga. hihi..
Selamat menguleni adonan roti..! Ganbatte...!!! Yosh...!! ^o^9
Wassalaamu'alaikum..

Mdn, 17.09.13

_miyukotaque_

Selasa, 20 Agustus 2013

Cheddar Cheese Cake dan Au Bain Marie Pertama


Bismillaahirrohmaanirrohiim..
Assalaamu’alaikum..
Setelah tadi pagi saya bongkar-bongkar folder foto di handphone ternyata masih banyak sekali foto makanan yang belum sempat saya posting di blog. Ah saya tidak mau foto-foto masakan itu tersimpan di handphone begitu saja. Memasaknya sendiri butuh pengorbanan. Bukan bermaksud berlebihan, saya bukanlah orang yang rajin dan bisa masak  tiap hari. Status saya sebagai mahasiswa tingkat akhir terkadang mengharuskan saya untuk menahan keinginan bereksperimen di dapur. Jadi ketika ada momen yang pas dan punya sedikit modal untuk masak  maka saya tidak akan menyia-nyiakan kesempatan tersebut. :D
Seperti yang dialami food blogger lainnya, hal yang menyenangkan setelah memasak adalah mengabadikan masakan tersebut agar orang lain bisa ikut “merasakan” masakan kita. Dengan kemampuan fotografi a la kadarnya dan juga kamera yang apa adanya saya berusaha untuk mendokumentasikan masakan. Maka akan jadi hal yang menyenangkan ketika saya bisa berbagi dengan orang-orang dengan sekedar menampilkan resep dan foto masakan di blog ini :D. Yah, meskipun saya akui terkadang “teman” yang bernama MALAS itu sering kali singgah ke diri saya :(
Ada beberapa resep yang akan saya tampilkan, yang pertama ini adalah Cheddar Cheese Cake. Jujur saja, seumur hidup saya belum pernah mencicipi Cheese Cake jenis apapun. Di salah satu swalayan besar di kota Medan terdapat Japanese Cheese Cake yang dijual dengan harga Rp 45.000,00 per kotak ukuran kecil . Saya ingin sekali membelinya karena tidak terlalu mahal namun saya khawatir tidak suka dengan rasanya dan cheese cake itu akan berakhir dengan sia-sia karena dipastikan satu rumah tidak ada yang doyan. Jadi sebelum saya membeli cheese cake itu, saya bereksperimen dengan membuat cheese cake sederhana. Tentu saja hasil jalan-jalan di rumah maya sahabat food blogger. :D Cheddar Cheese Cake ini saya buat saat ramadhan yang lalu memanfaatkan “sisa” bahan yang ada di rumah. Berikut resepnya..

Cheddar Cheese Cake with Chocolate Glaze


Cheddar Cheese Cake
Sumber: Cuma Pemula dengan sedikit modifikasi

Bahan A:
1 sachet dancow putih bubuk (27gr) dicairkan dengan 65 mL air hangat
10gr margarin
10gr butter
60gr keju cheddar, parut halus

Bahan B:
2sdm tepung terigu segitiga
1sdm tepung maizena
(aduk rata dan ayak)

Bahan C:
2 kuning telur, kocok sebentar dengan garpu

Bahan D:
2 putih telur
4 sdm gula halus
1/2 sdt air jeruk nipis

Cara Membuat:
1. Siapkan loyang, saya menggunakan Loyang bulat diameter 18 cm yang telah diolesi dengan margarine.
2. Panaskan oven (saya gunakan oven tangkring biasa) siapkan loyang untuk airnya (karena ini dipanggang dengan metode au bain marie, saya menggunakan loyang bolu gulung).
3. Tim bahan A sampai keju larut (saya mendapat tips dari Mba Rina Dapur Manis setelah memposting tulisan ini. Beliau memblender keju dan susu agar hasilnya tidak mengendap di bagian bawah cake). Diamkan sampai hangat. Masukkan bahan B, aduk rata. Tambahkan bahan C, aduk rata kembali.
4. Kocok putih telur sampai berbusa, masukkan air jeruk nipis dan gula secara bertahap, kocok sampai SOFT PEAK. Jadi masih terlihat creamy dan mengkilat.
5. Ambil sedikit adonan putih telur, masukkan ke adonan ABC tadi, aduk rata. Masukkan campuran ini ke sisa adonan putih telur, aduk rata lagi.
6. Tuang ke loyang, panggang au bain marie dengan api kecil sampai matang.  Saya memanggangnya 1 jam lebih 15 menit.

bagian tengahnya berlubang-lubang karena bolak-balik saya tes tusuk, hihi.. :p

Alhamdulillaah cheddar cheese cake ini enak sekali :D lembuuut… ini pertama kalinya saya membuat kue dengan metode au bain marie. Awalnya sempat deg-degan apalagi saat dipanggang ada bunyi “ces..ces..” ternyata itu bunyi uap air yang memuai karena panas. Saya menyantapnya saat berbuka dengan topping coklat botolan yang kebetulan ada di rumah. Sebagian lagi dengan blueberry glaze yang terbuat dari selai blueberry yang saya tim dengan sedikit air. Sepertinya nanti saya akan menyempatkan diri untuk mencicipi Japanese Cheese Cake itu. Dan bakal jadi salah satu cake favorit saya :D

Sabtu, 18 Mei 2013

Bakpia Basah, finally... ^^



Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu’alaikum..
Akhir Februari 2013, saya membeli setengah kilogram kacang hijau kupas (tanpa kulit) di salah satu swalayan di kota Medan. Lebih dari setengah kilogram tepatnya, dibandrol seharga Rp 14.000,00. Tanpa pikir panjang saya langsung memasukkannya ke keranjang belanjaan. Harga ini jauh lebih murah daripada di swalayan lain, tempat saya membeli kacang hijau tanpa kulit untuk dibuat onde-onde ketan hitam sebelumnya (ceritanya ada di sini).

Namun hingga pertengahan Mei ini, kacang hijau itu belum juga diolah (problem yang sama :P). Karena khawatir tidak layak dikonsumsi jika tidak segera diolah, Minggu lalu (12 Mei) emak berinisiatif mengolahnya. Kacang hijau diperlakukan dengan cara yang sama seperti membuat isian onde-onde. Hasilnya, semangkuk besar “selai” kacang hijau teronggok di kulkas. Proses menghabiskannya pun melalui empat batch. Batch pertama diolah menjadi bakpia basah, batch kedua menjadi kue ku, batch ketiga bakpia basah lagi, dan batch keempat, kacang hijau menjadi isian onde-onde ketan putih.


Kali ini saya akan mem-posting resep bakpia basah. Resep ini saya dapatkan dari Mbak Rina Dapur Manis. Isian bakpia saya sedikit berbeda dari resep Mbak Rina. Setelah “menanak” kacang hijau tanpa kulit menggunakan rice cooker, emak mencampurkannya dengan santan cair dari setengah buah kelapa, 250 gram gula pasir, sedikit garam, dan dua lembar pandan. Kemudian mengaduknya hingga santan mengering dan kacang hijau pun siap digunakan. Di sini saya akan menampilkan resep kulitnya saja, untuk isiannya Anda dapat menggunakan versi Mbak Rina (saya sertakan link-nya) ataupun versi saya bahkan Anda dapat berkreasi dengan menggunakan kacang merah, menambahkan keju, coklat, suka-suka saja :D

Bakpia Basah
Sumber: Dapur Manis

Bahan Kulit:
-          250 gram tepung terigu protein sedang
-          ½ bungkus ragi instan
-          3 sdm gula pasir
-          100 – 125 mL air hangat
-          2 sdm margarin
-          ½ sdt garam

Cara membuat:
  1. Campurkan terigu, ragi dan gula, aduk rata.
  2. Tuangkan air hangat sedikit demi sedikit hingga adonan menjadi lembab.
  3. Tambahkan mentega dan garam, uleni hingga adonan kalis.
  4. Fermentasikan adonan selama 45 menit.
  5. Setelah adonan mengembang menjadi dua kali lipat, kempeskan adonan.
  6. Bagi adonan menjadi beberapa bulatan kecil (saya membaginya menjadi 21 buah).
  7. Isi dengan kacang hijau yang telah dibulatkan, bulatkan kembali, pipihkan sedikit dan letakkan di loyang yang telah disemir margarin.
  8. Fermentasikan kembali selama 15 menit.
  9. Kemudian panggang selama 10 menit, balik dan panggang lagi lima menit.


Alhamdulillaah hasilnya sangat memuaskan ^_^. Saudara dan tetangga yang turut mencicipi memuji bakpianya. Terima kasih telah share resepnya, Mbak Rina :) Karena saat itu saya sedang shaum sunnah, bakpianya saya santap saat berbuka puasa. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (ArRahmaan 13).
Selamat mencoba..! wassalaamu’alaikum.


Mdn, 17.05.13

miyukotaque_