Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Review. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Juni 2015

Cobek Ayam Penyet, Medan Mall

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaykum.

Sekarang saya lagi makan sendirian di Cobek Ayam Penyet, Medan Mall. Iya, sendirian. Awak kek gitu orangnya (versi Medan dari #GueMahGituOrangnya) hehe... Saya kalo kemana-mana memang lebih suka sendiri daripada ngajak temen. Gak tau kenapa, lebih nyaman aja. Seperti halnya sore ini, alhamdulillah pulang ngantor lebih cepat. Saya langsung main ke Medan Mall. Bisa dibilang Medan Mall ini salah satu legend-nya mall di Medan, sama kaya Medan Plaza, Olimpia, dan Thamrin Plaza yang sempat booming di era 80-90an. Kalo ga salah saya terakhir ke Medan Mall kelas 3 SMP sekitar tahun 2005 (ketauan umurnya :p). Setelah itu seingat saya, saya ga pernah main ke sini lagi, cuma sekedar lewat. Alasannya jelas, masih banyak mall yang lebih keren daripada Medan Mall (hallaaah... sombong sekali kau anak muda!).

(lanjut ngetik di rumah keesokan hari karena notebook mati dan charger-nya ketinggalan di kantor)
Berhubung saya ke sana di jam-jam nanggung. Saya cuma jalan-jalan aja. Tapi kok perut berasa minta diganjel ya dan tenggorokan kering minta disegerin, haha.. Kebetulan ada dua tempat makan yang baru diresmikan, pertama Restoran Masakan Jepang--yang sayangnya saya lupa apa namanya--dan kedua Cobek Ayam Penyet ini. Dari namanya udah ketauan ya kalo yang jadi main menu-nya itu ayam penyet. Saya memutuskan untuk ke Cobek Ayam Penyet. Saya berharap ketemu menu yang ga "berat" karena sebelumnya saya emang udah makan siang, jadi pesan ayam penyet lengkap dengan nasi, lauk pauk dan sambal bukanlah sebuah pilihan bijak :p

milih duduk di lesehan

Selasa, 16 April 2013

La Pasta, Pasta Murah Meriah :D


Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu’alaikum..
Sebenarnya ini sekedar postingan iseng. Hehe.. Saat belanja bulanan sebulan yang lalu, mata saya tertuju pada deretan pasta dan spaghetti berbagai merek. Sibuk memilih, seorang SPG menghampiri saya dan menawarkan produk spaghetti terbaru merek La Pasta keluaran PT. Forisa. Harganya murah sekali, Rp 5000,00 untuk dua kotak yang telah diselotip menjadi satu. Ada dua rasa yang tersedia; spicy barbeque dan cheese bolognaise (kalau saya tidak salah). Saya mengambil satu paket rasa spicy barbeque.

Sampai di rumah setelah mengeluarkan semua belanjaan saya langsung wara-wiri di dapur untuk langsung uji coba spaghetti La Pasta. Saat membuka kotaknya saya cukup kecewa, ternyata bumbunya berbentuk bubuk seperti mie instan. Awalnya saya sempat menduga bumbunya berbentuk saus seperti spaghetti instan yang pernah saya coba sebelumnya.

Seperti yang sudah saya sampaikan di atas, ini adalah postingan iseng, tidak mungkin Anda tidak bisa menyajikan spaghetti instan kalau Anda sudah sering makan mie instan. Hehe.. tapi tak apalah, sekedar berbagi :D ini dia…

  1.  Saya menyiapkan sosis “tinggal leeepp..”, bubuk oregano, dan saus sambal. Ini hanya variasi saja agar spaghetti saya tidak terlihat flat. Selain itu seperti orang Medan pada umumnya, makan tak lengkap kalau tak pedas. Haha.. :D 
    oregano, saus sambal, spaghetti la pasta, dan sosis tinggal leep

  2. Saat kotaknya dibuka, akan terlihat isinya yang terdiri dari sebungkus kecil spaghetti, bumbu berbentuk bubuk, sayur dan daging pelengkap, serta taburan bawang goreng.
    bumbu bubuk, sayuran dan daging kering, bawang goreng, serta spaghetti mentah

  3. Rebus air dan tuangkan 2 sdt minyak sayur. Saat mendidih masukkan segenggam spaghetti dan sayuran pelengkap. Masak selama empat menit. 


  4. Sembari menunggu spaghetti berubah menjadi al dente, (hehe…) siapkan bumbunya dalam sebuah piring.


  5. Saya menaburi bumbu dengan oregano agar rasa Italia nya semakin menguat. Hehe.. 


  6. Empat menit berlalu, matikan api, tiriskan dan spaghetti sudah matang. 


  7. Campur dengan bumbu.  


  8. Aduk rata, spaghetti masih terlihat pucat, selera makan saya nyaris lenyap :P 
    stir it like a badass..!


  9. Taburi dengan bawang goreng. 


  10. Taburi dengan irisan sosis “tinggal leeepp”. Anda dapat berkreasi sesuka hati. 


  11. Tambahkan saus sambal, aduk 


  12. Voila..! spaghetti instan La Pasta siap disajikan. 
    penampilannya berbeda jauh dengan gambar yang tertera di kotaknya ya.. hihi #yaiyalah

Rasanya cukup spicy karena di bumbunya terdapat black pepper dan tambahan saus sambal botolan. Untuk rasa, hmmm… menurut saya tidak ada yang istimewa. Rasanya persis mie goreng instan. Hanya saja ada sedikit cita rasa Italia yang saya tidak tahu apakah mungkin karena penambahan oregano (?) Oya, saya juga “kehilangan jejak” sayur dan daging pelengkap. Menurut saya irisannya terlalu kecil sehingga saat ditiriskan “mereka” ikut mengalir bersama air rebusan. Haha.. Boleh deh dicoba, mungkin lain kali saya akan mencoba rasa cheese bolognaise :D

Wassalaamu’alaikum

Mdn, 01.04.13

_miyukotaque_

Senin, 11 Maret 2013

Sanger di Keude Kupie


Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu’alaikum..
Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis (me-review) tentang tempat makan yang saya kunjungi. File-file foto sudah membludak di memori handphone. Jadi sebelum memori handphone saya jenuh dan mengulah sepertinya saya harus segera memindahkan “kenangan akan rasa” di blog ini. Yang pertama saya review adalah Keude Kupie Uleekareng & Gayo di dekat kampus saya. Dari namanya sudah ketauan kalau ini adalah Warung Kopinya Orang Aceh :)

Saya ke tempat ini karena ingin membicarakan hal yang penting dengan PIV (Partner In Virtue) saya. Kami membutuhkan tempat yang cozy dan menyediakan banyak snack untuk menemani cuap-cuap kami hari itu. PIV mengajak saya ke café ini pada 09 Februari 2013. Seperti kebanyakan kota besar lainnya, di Medan saat ini sedang nge-trend kafe untuk ngopi dan santai. Istilahnya saja Keude (kede/kedai) tapi tempat ini lebih cocok disebut café. Siang itu cukup banyak pengunjung yang sedang ber-wi fi ria sambil santap siang di sana. Tempatnya sendiri menurut saya tidak terlalu cozy. Ada beberapa baris sofa yang tidak terlalu besar dengan meja yang lebih menyerupai meja panjang warung makan. Namun beberapa mahasiswa terlihat nyaman dengan laptop mereka dan secangkir kopi Aceh.


Saya memesan sepiring Nasi Goreng Kuning (actually I’d forgot the menu’s name) dan segelas Sanger Dingin. PIV hanya memesan Sanger Panas karena sebelum berangkat PIV sudah makan. Sanger adalah racikan kopi Gayo yang di-mix dengan susu. Bagi saya yang sudah sangat lama tidak minum kopi (karena masalah kesehatan), ini bukanlah pilihan yang buruk. Saya menikmati pahitnya kopi yang cukup terasa diujung lidah kala manis dari susu kental mulai lenyap. Sayangnya saya tidak terlalu menghirup aroma kopi Gayo yang khas lantaran begitu pesanan datang saya langsung mengaduknya dan bersinergilah kopi Gayo tadi dengan susu kental manis. Simply, sanger adalah kopi susu Aceh yang bisa disajikan dengan atau tanpa es. Sanger Dingin dibandrol dengan harga Rp 9000,00 sedangkan Sanger Panas Rp 8000,00.

Sanger Dingin

Untuk Nasi Goreng Kuning nya tidak terlalu istimewa. Nasi yang sudah dibumbui dengan kunyit sebelumnya, digoreng dengan taburan cabe merah dan hijau keriting. Disajikan dengan ayam goreng tepung minimalis, sambal cocol dan lalapan (selada, timun, tomat) ditemani beberapa keping kerupuk. Porsinya pas menurut ukuran perut saya namun saya yakin PIV pun tidak akan kenyang jika hanya makan nasi goreng ini. Nasinya tidak terlalu banyak (demi menghindari penggunaan kata “sedikit”) barangkali ini disesuaikan dengan harganya yang cukup untuk kantong mahasiswa, Rp 13.000,00.  Masalah rasa, not bad, hanya saja nasi digoreng terlampau kering sehingga untuk menelan sesuap nasi dibutuhkan seteguk air. Hihi.. peacee…:)

Nasi Goreng Kuning


Selain pesanan kostumer, waitress juga akan menyajikan tiga piring snack seperti risoles, perkedel mie, donat coklat dan pisang karamel. Per item dihargai Rp 1000,00 - Rp 2000,00. murah meriah, cocok untuk menemani kicau kacau mahasiswa seperti saya dan PIV. Hehe..

pisang karamel, donat coklat, risoles dan perkedel mie
yang bisa menemani cuap-cuap kami

Sore hari, sekembalinya dari kafe, saya merasa sedikit aneh. Ah… saya tau kenapa. Barangkali Kopi Gayo yang enak tadi memiliki kandungan caffeine yang cukup tinggi sehingga membuat jantung saya berdebar lebih kencang. Dan di malam harinya, Emak habis-habisan menceramahi kelakuan saya karena (kembali) minum kopi meskipun sudah dilarang. Disebabkan saya bolak-balik ke toilet..! haha.. :D

Aahh… Kopi… saya selalu suka aroma dan rasanya sejak saya mulai mengenal enaknya kopi 15 tahun silam. Dan kini sangat diwanti-wanti karena saya punya masalah pencernaan.

At least, Keude Kupie Uleekareng & Gayo ini recommended untuk mahasiswa USU karena letaknya yang tidak jauh dari kampus (dekat pintu 4) dan harganya yang masih terjangkau oleh mahasiswa. #cobain Sanger nya yaa.. :D
Wassalaamu’alaikum..

Ki-Teng-Ka: Sanger Dingin-Sanger Panas-Nasi Goreng Kuning

Keude Kupie Uleekareng & Gayo
Jln. Dr. Mansyur No. 80 A Medan
(tidak jauh dari Pintu 4 USU)

Mdn, 10.03.13
miyukotaque_