Tampilkan postingan dengan label Fish. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fish. Tampilkan semua postingan

Jumat, 18 April 2014

Tekwan a La Kadarnya :p

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Seperti halnya rawon, tekwan adalah masakan tradisional yang belum pernah saya icip. Kalau pempek yang sama-sama masakan dari Palembang sih sudah sering, tapi ini pertama kalinya saya makan tekwan dan saya masak sendiri *hidung kembang kempis*




Tekwan ini juga dimasak Desember tahun lalu, masih dalam rangka memberdayakan ikan tenggiri yang dikasih sama temennya bapak. Rasanya segar dan tidak amis sama sekali. Saya dapat tips dari emak, kalau masak aneka sup yang berbahan dasar daging sapi, ayam maupun seafood, tambahkan satu atau dua batang sereh. InsyaAllah supnya tidak amis dan rasanya makin segar :D Berhubung saat itu di warung tidak ada jamur kuping, saya pakai jamur shimeji hitam yang ada di kulkas. Tekwan versi saya ini juga kurang lengkap karena tidak ada bunga sedap malamnya. Dari beberapa resep dan artikel yang saya baca, pakemnya tekwan ini disajikan dengan jamur kuping, bunga sedap malam, irisan bengkuang, taburan daun bawang dan tak lupa sambal cabe merahnya. Untuk resep kali ini saya lihat di blognya Mbak Endang Just Try & Taste.

Tekwan

Sumber: Just Try & Taste dengan sedikit modifikasi

Bahan Bakso:
  • 400 gram daging ikan tenggiri, ambil tulang dan kepala ikannya
  • 100 gram udang, kupas kepala dan kulitnya
  • 50 ml air es
  • 100 gr tepung sagu, ayak
  • 2 putih telur
  • 2 sdt garam
  • 1 sdt gula
  • 1 sdt merica bubuk
Bahan Kuah:
  • 2 liter air rebusan tulang ikan dan kulit udang
  • 5 siung bawang putih*
  • 1 ruas jahe *
  • 1 sdt merica butiran *
  • 2 batang sereh
  • garam dan gula
Bahan Pelengkap:
  • jamur kuping, rendam dengan air panas (saya pakai jamur shimeji hitam)
  • bihun jagung yang telah diseduh air panas hingga empuk
  • bunga sedap malam (saya tidak pakai)
  • 1 buah bengkuang iris tipis panjang
  • daun bawang dan seledri
  • bawang goreng
Bahan Sambal:
  • cabe merah secukupnya sesuai selera
  • 2 bawang merah
  • 2 bawang putih
  • garam dan gula
  • air jeruk nipis secukupnya
Cara Membuat:
  1. Rebus air dengan tulang ikan dan kulit udang hingga mendidih, saring, sisihkan kaldunya sebanyak dua liter.
  2. Campur daging ikan dan udang yang telah dihaluskan dengan semua bahan bakso, aduk rata.
  3. Panaskan kembali kaldu ikan dengan api sedang hingga mengeluarkan letupan-letupan kecil.
  4. Dengan menggunakan dua buah sendok, bulatkan adonan bakso lalu rebus dalam kaldu ikan hingga mengapung. Lakukan sampai habis. Bila sudah mengapung, angkat bakso-baksonya, sisihkan.
  5. Haluskan bumbu untuk kuah yang ditandai dengan (*). Lalu tumis dengan sedikit minyak hingga wangi.
  6. Campurkan tumisan bumbu ke dalam kaldu ikan, masukkan sereh lalu bumbui dengan gula garam. Masak hingga mendidih, tes rasa, matikan api.
  7. Penyelesaian: Ambil sejumput bihun jagung, tata di mangkuk, tambahkan bakso ikan, jamur yang telah diseduh air panas dan bunga sedap malam, siramkan kuahnya. Tambahkan irisan bengkuang, taburi dengan irisan daun bawang dan bawang goreng. Terakhir sajikan dengan sambal cabe merah.
  8. Sambal cabe merah: Rebus cabe dan bawang hingga layu, tiriskan. Haluskan cabe dan bawang lalu bumbui dengan gula garam dan air jeruk nipis.


adonan bakso ikan


jamur shimeji hitam



Selamat Mencoba ^_^


Mdn, 18.04.14

Sabtu, 15 Maret 2014

Pempek

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Lama banget gak ngeblog, udah kena "kick" sama mbak Rina nih, hehe.. Oya Desember lalu bapak diberi seekor ikan tenggiri berukuran cukup besar oleh temannya. Setelah di-fillet menghasilkan 900 gram daging ikan. Hari itu juga langsung diolah menjadi pempek. Saya dikasih resep pempek dari seorang teman segrup ODOJ. Rasanya sudah pasti enak, terasa sekali ikannya dan tidak terlalu keras meskipun tanpa biang. Berikut resepnya:




Pempek a la Mbak Pipit

Sumber: Mbak Pipit ODOJ 434

Bahan:
  • 500 gr daging tenggiri yang sudah dibersihkan
  • 1 butir telur (tambahan dari saya)
  • 200 ml air dingin
  • 250-300 gr tepung tapioka
  • 3 siung bawang putih dihaluskan
  • Garam dan gula secukupnya
Cara Membuat:
  1. Haluskan daging ikan dan sebutir telur menggunakan blender.
  2. Setelah halus campurkan dengan bawang putih, air, gula, garam dan tapioka sedikit demi sedikit.
  3. Setelah bisa dibentuk, rebus dalam air mendidih yang telah diberi dua sendok makan minyak goreng.
  4. Rebus hingga pempek naik ke permukaan dan diamkan beberapa saat setelah naik.
  5. Angkat, tiriskan, lalu goreng. Sajikan dengan kuah cuko pempek. Resep ada di sini.
Seperti biasa, saya selalu gagal bila membuat pempek kapal selam. Adonan pempek akan jadi berantakan ketika saya masukkan kuning telur. Adonan akan bocor di sana sini. Dan ketika saya--yang putus asa ini--langsung mencemplungkan adonan pempek ke dalam air mendidih, pempek kapal selam itu pun berubah menjadi monster yang menyeramkan. Seperti produk gagal dari laboratorium, berasal dari cairan limbah beracun berwarna putih kuning, berbentuk asal-asalan namun syukurnya (masih ada syukurnya) memiliki rasa yang enak. Haha.. :D Makasi untuk resepnya mbak Pipit ^_^







Mdn, 140314

p.s: hari ini bapak saya ultah yang ke 51 tahun, hehe...

Selasa, 16 April 2013

LatBar KULKAS 3 - Pempek


Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu’alaikum..
Akhirnya saya bisa menuliskan review mengenai Latihan Bareng (LatBar) KULKAS yang ketiga. LatBar kali ini diadakan di kediaman kak Yolanda Sari, 24 Februari 2013 (sudah lama, kan?). Menurut kesepakatan, kami akan belajar membuat pempek dan saya diamanahkan sebagai “tutor” pempek. Wah… saya sempat cemas jikalau tidak menghasilkan pempek yang enak karena saya baru dua kali membuat pempek berbahan ikan gabus dan sekali membuat pempek dos.

Minggu, 24 Februari 2013
Sejak pagi saya sudah sibuk di dapur (gayaaaa.. :p), saya berencana membawa buah tangan berupa klepon labu kuning. Resepnya saya dapatkan dari blog mbak Analisa Ummu Abel. Tapi karena waktu yang terbatas saya tidak sempat mengambil fotonya sebagai bukti :(. Oya, malam sebelumnya saya telah menyiapkan cuko pempek. Cuko ini dibuat terlebih dulu agar rasanya lebih mantap. Berdasarkan pengalaman, cuko yang “menginap” rasanya jauh lebih enak daripada yang baru dibuat saat akan disantap. Barangkali bumbu-bumbunya telah menyatu dengan baik dan asamnya pun lebih terasa.


Pukul sembilan saya berangkat dari rumah. Perjalanan nyaris membutuhkan waktu dua jam karena sulitnya mendapat angkot saat Minggu pagi di kota Medan. Ditambah lagi saya sempat kesasar. Sampai di sana saya agak tidak enak hati karena beberapa teman telah menunggu. Tanpa berlama-lama kami langsung menuju dapur kak Yo. Saya, kak Rhini, dan kak Teris membersihkan ikan lalu mencincangnya. Yang lain mempersiapkan bumbu di bawah arahan saya (agak sombong ya.. haha.. :D peace..). Alhamdulillaah latbar kali ini cukup banyak yg hadir, total ada sembilan orang.

Berikut resep pempeknya. Saya menggunakan resep dari mbak Mimie, one of my best cyber sister. Hihihi…



Pempek a la Jasmin’s Kitchen
Bahan:
-          500 gr ikan ambil dagingnya
-          150 gr terigu
-          450 gr tapioka
-          400 ml air mendidih
-          1 bonggol bawang putih
-          1 butir telur
-          2 sdt garam
-          1 sdt merica

Cara Membuat:
  1. Haluskan bawang putih, telur, garam dan merica. Campurkan dengan ikan yang telah dihaluskan.
  2. Campur terigu dengan air mendidih hingga menjadi adonan seperti bubur. Tuang ke campuran ikan.
  3. Tambahkan tapioka sedikit demi sedikit hingga adonan bisa dibentuk.
  4. Setelah adonan bisa dibentuk, Anda dapat berkreasi sesuka hati dengan adonan pempeknya. Adonan pempek bisa diisi dengan kuning telur dan jadilah pempek kapal selam.
  5. Rebus pempek hingga mengapung. Air rebusan ditambahkan dengan sedikit minyak agar pempek tidak lengket satu sama lain.
  6. Goreng pempek hingga semu kecoklatan.

pempek yang telah direbus dan siap digoreng


Cuko Pempek a la Saya
Bahan:
-          1200 mL air
-          300 gr gula merah/gula aren disisir halus
-          75 gr cabe rawit
-          8 siung bawang putih
-          3 sdm ebi seduh dengan air panas
-          3 sdm asam jawa
-          1 ½ sdt garam

Cara Membuat:
  1. Haluskan cabe, bawang putih dan ebi.
  2. Jerang air dalam panci, masukkan bumbu halus dan gula merah. Aduk hingga gula larut.
  3. Masukkan asam jawa dan garam. Aduk.
  4. Tes rasa. Tambahkan gula pasir, garam atau asam jika rasa kurang pas.
  5. Matikan api jika sudah mendidih.
  6. Saat akan disajikan saring cuko pempek.

Saat latbar kami menggunakan 500 gram ikan tenggiri dan 500 gram ikan kakap. Dikarenakan saya selalu gagal bila membuat pempek kapal selam dan tidak ingin menanggung risiko jika gagal saat latbar, maka sayapun hanya membuat pempek bentuk lenjer dan bulat (adaan). Teman-teman yang lain bereksperimen dengan pempek mereka, ada yang membuat bentuk heart, cube, bahkan adik ipar kak Yo (Hanan, kelas IV SD) ikut berkreasi membentuk manusia salju, hihi..

Alhamdulillaah teman-teman cukup puas dengan hasilnya apalagi dengan cuko pempek buatan saya (hidung kembang kempis, hihi..). Meskipun saat proses pembuatan pempek kami nyaris lupa memberi garam pada adonan. Sebenarnya ini kali pertama saya membuat pempek dengan resep mbak Mimie. Biasanya saya menggunakan resep dari buku Variasi Pempek dan Siomay terbitan Demedia. Namun entah kenapa saat itu saya lebih prefer ke resep Mbak Mimie.




makan bareng

dibagi-bagi dan siap dibawa pulang

Barangkali ini saja yang dapat saya tuliskan mengenai latbar KULKAS ketiga. InsyaAllaah jika ada kelapangan waktu saya akan me-review latbar keempat yang diadakan di rumah saya ^_^
Wassalaamu’alaikum..

Mdn, 15.04.13
miyukotaque_