Senin, 07 Oktober 2013

Kue Mangkok Ubi Ungu: Dari Mbak Hesti Turun ke Hati ^^

Bismillaaahirrohmaanirrohiim

Assalaamu'alaikum..

Selasa yang lalu (1 Oktober) emak saya membeli sekilo ubi ungu. Waah.. saya hepi, pasalnya di daerah rumah saya ini agak sulit untuk dapetin ubi ungu. Jarang-jarang gitu... Saya langsung kebayang ubi ungu ini akan diolah jadi apa aja. Pertama, ubi ungu ini bakal saya olah jadi kue mangkok ubi ungu dan kedua sepertinya akan saya olah jadi katiri mandi ubi ungu. Rujukan resepnya dari blog Mbak Hesti.

Nah, kenapa judulnya "Dari Mbak Hesti Turun ke Hati"? Dari blog Mbak Hesti inilah saya jadi makin suka sama aktivitas eksperimen di dapur alias masak, jadi makin cinta sama fotografi dan jadi "ikut-ikutan" nulis resep di blog. Saya ingat, resep brownies kukus Nyonya Liem lah yang pertama kali saya catat di buku resep dan langsung saya praktikkan. Bermula dari seorang kerabat yang datang ke rumah dan membawakan kami beberapa potong brownies, browniesnya enak banget menurut saya, bisa disejajarkan sama brownies Amanda yang well-known itu. Saya minta resepnya dia bilang, "coba cari di internet namanya brownies kukus nyonya liem, anti gagal deh pokoknya". Saya yang emang dari kecil suka sama kegiatan "eksperimen" di dapur pun langsung googling. Ketemu..! dan  resepnya itu ketemu di blognya Mbak Hesti, Yummy for Your Tummy. Wuuiiiih... Kontan saya jatuh cinta sama blognya. Foto-fotonya keren, resep-resepnya asik, dan yang mengejutkan foto-foto itu adalah jepretan seorang ibu rumah tangga. Saya yang mahasiswa ilmu komunikasi dan dapat mata kuliah fotografi enam SKS aja fotonya masih biasa banget... *minder*

Dari blog Mbak Hesti juga saya jadi dapat kenalan baru di dunia maya. Ada Mbak Mimie, Mbak Rina, Ummu Fatima, Mbak Analisa, Teh Ayu, Bunda Lina, Mbak Erika, Mbak Yulyan, dll. Meskipun mereka jauuuuhh lebih senior dari saya dalam banyak hal (usia serta pengalaman di dapur dan di blog), mereka tidak pernah pelit berbagi ilmu dan selalu ramah. Blog mereka juga keren..! :D Resep-resep di blog mereka udah banyak yang saya bookmark dan menunggu untuk "dieksekusi". Semoga silaturrahiim kita tetap terjaga ya.. ^_^

Ngobrolnya udah dulu deh, hihi... Sekarang kita langsung lihat aja resep kue mangkok ubi ungunya :D




Kue Mangkok Ubi Ungu

Bahan Biang:
  • 60 gr tepung terigu protein rendah (saya pakai protein sedang)
  • 11 gr (1 sachet) ragi instan
  • 110 ml air
Bahan:
  • 390 gr ubi ungu kukus yang sudah halus (saya pakai 400 gram, nanggung amat di resep, hihi..)
  • 300 gr gula pasir
  • 1/2 sdt garam
  • 3 butir telur
  • 380 gr tepung terigu
  • 300 ml santan hangat
Cara Membuat:
  1. Bahan biang: campur semua bahan, aduk rata, diamkan 30 menit.
  2. Campur ubi ungu, gula, dan garam, remas-remas hingga gula hancur.
  3. Masukkan telur satu per satu, aduk-aduk dengan tangan.
  4. Masukkan adonan biang, aduk rata.
  5. Ayakkan tepung ke adonan berselang seling dengan santan hingga habis sambil diaduk.
  6. Fermentasikan 30 menit.
  7. Kukus dengan cucing tanpa dioles minyak dengan api besar selama 15-20 menit. 




Hasil akhirnya, ada beberapa adonan yang merekah cantik dan selebihnya cuma retak-retak. Saya gak ngerti sih salahnya dimana. Setiap kukusan dibuka, misalnya dari enam kue ada empat yang mekar dua yang retak-retak saja. Tapi alhamdulillaah hasilnya enak. Puas. Bisa bagi-bagi ke tetangga, sodara, sama murid les. Hihi..
Selamat mencoba..! Wassalaamu'alaikum.. ^_^


Mdn, 07.10.13

_miyukotaque_

Senin, 30 September 2013

Fermented Cassava Fritters a.k.a Tape Singkong Goreng :p

Bismillaahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaikum.

Ini salah satu snack favorit di rumah, namanya sok bule padahal sih tape singkong goreng, hihi.. Cara bikinnya mudah dan cepat. Saya lihat di blognya Mbak Rina Dapur Manis dengan judul Bola Tape Bersalju. Penampakannya cantik, bulet2 kayak bola. Lah punya saya bentuknya abstrak, hihi.. :p Yang ini sih foto lama, tapi serius loh, saya sering bikinnya karena enak hanya saja malas fotonya. hehe.. Kalau versi Mbak Rina setelah digoreng ditaburi gula bubuk jadi disebut "bersalju", sedangkan versi saya dikasih topping coklat dan taburan keju cheddar parut. Dimakan tanpa topping juga enak kok. Emak saya malah suka yang original, haha.. :D Oke, ini dia resepnya.



Fermented Cassava Fritters (eleuh... meuni gaya pisan namina :p)
Sumber: Dapur Manis

Bahan:
  • 300 gram tape singkong
  • 100 gram tepung terigu
  • 1 sdt baking powder (saya gak pake)
  • 1 butir telur
  • 1 sdm gula pasir
  • 1/4 sdt garam
  • 100 ml susu cair (saya pake satu sachet susu kental manis dicairkan dengan 100 ml air hangat)
Cara Membuat:
  1. Buang serat tape, haluskan dengan menggunakan garpu.
  2. Campur dengan terigu, gula, garam, telur, kocok dengan balloon whisker hingga tercampur.
  3. Tuang susu sedikit demi sedikit sambil diaduk hingga adonan kental.
  4. Panaskan minyak lalu goreng adonan, ambil adonan dengan menggunakan sendok.
  5. Setelah matang dapat langsung disajikan atau diberi tambahan topping sesuka Anda.

tape goreng yang dibuat baru2 ini

Selamat mencoba ^_^
Wassalaamu'alaikum..


Mdn, 30.09.13

_miyukotaque_

Jumat, 27 September 2013

Bakmie Godhok Jawa

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaikum..

Di Medan dari tadi malam pukul 11 ujan deras, berhenti, trus tadi subuh sampe jam setengah 11 siang masih ujan rintik2. Alhamdulillaah ujannya udah reda tapi langit masih kelam. Emak lagi goreng keripik singkong di belakang dapur. Oya, saya belum cerita ya? Emak saya ini wirausahawati (eleuh...), beliau memproduksi keripik singkong. Keripik pedes gitu deh. Banyak yang bilang keripik emak saya beda, enak, gak berminyak, rasanya asem pedes manis. Ajiblah pokok'e :D

Beberapa hari yang lalu dapat kabar dari Mbak Mimie, katanya bapak mbak Mimie masuk RS tapi alhamdulillaah tadi pagi tanya kabarnya bapak si Mbak udah pulang ke rumah kemaren sore. Semoga bapaknya Mbak sehat selalu yaaa.. dan seluruh keluarga di sana juga. Aamiin.. :)

Balik ke topik, karena cuaca yang mendukung untuk posting makanan yang hangat jadi saya posting deh Bakmie Godhok Jawa yang udah lama saya masak. Resepnya liat dari blog anggota IDFB di Fb tapi dengan modifikasi saya sesuai yang ada di kulkas. :D




Bakmie Godhok Jawa (Eh yang bener "godog" ya ternyata, hihi..)
Sumber: The Curiosity and Me dengan modifikasi

Bahan:
  • 200 gram mie kering (saya pake ifumie kering)
  • 250 gram daging ayam beserta tulang
  • 1 batang wortel, iris
  • 3 rumpun caisim, potong2
  • 4 lembar kol, iris
  • 1 buah tomat
  • 1 buah telur
  • 2 buah cabai merah iris serong
  • 7 buah cabai rawit iris serong
  • 1/2 sdt garam
  • 1 sdt merica bubuk
  • 1/2 sdt gula
  • 800 ml air
  • 1 sdm kecap manis
  • 1 sdt kecap asin
  • 2 sdm minyak goreng
Bumbu halus:
  • 5 butir bawang merah
  • 4 siung bawang putih
  • 1 sdm ebi diseduh air panas, tiriskan
  • 2 butir kemiri 
Cara membuat:
  1. Rebus ayam dengan air , tambahkan garam, gula, dan merica.
  2. Setelah mendidih, sisihkan ayam, bisa digoreng dan disuwir-suwir.
  3. Saring kaldu, sisihkan.
  4. Panaskan minyak, tumis bumbu yang sudah dihaluskan hingga wangi.
  5. Masukkan tomat, cabai dan sayuran, tumis hingga layu.
  6. Masukkan telur, orak-arik.
  7. Tuangkan kaldu ayam, bumbui dengan kecap manis dan kecap asin.
  8. Tes rasa, tambahkan bumbu jika dirasa kurang.
  9. Masukkan mie, aduk sebentar. Sajikan dengan taburan daun seledri dan bawang goreng.  
Fotonya asal jepret aja. Wong waktu saya foto, ponakan saya yang usianya 14 bulan sok ikut-ikutan mau foto juga. Padahal saya pengen foto yang kesannya ndeso gitu, pake kayu-kayuan. Eh cuma bisa dua kali motret dan angle fotonya juga gak bagus :(

Silakan dicoba mienya :D Eh, ujan lagiii... jadi pengen bikin lagi :q
Wassalaamu'alaikum.

Mdn, 27.09.13
_miyukotaque_

Senin, 23 September 2013

Manis Pahit Brownies Kopi

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalaamu'alaikum..

Apa kabar? ^^ Semoga sehat selalu ya.. Alhamdulillaah sempat posting tulisan lagi. Kali ini brownies kopi. Bikinnya udah lama sekaliiii.. H-2 Idul Fitri 2013. Barangkali belakangan ini saya bakal sering posting resep yang udah lama saya coba namun belum sempat diposting resepnya. Saya belum sempat eksperimen di dapur emak tercintah nih, maklum yang punya blog mahasiswa tingkat akhir yang kece abis tapi penelitiannya belum kelar2, hihi.. :p Mohon do'anya ya.. biar saya segera seminar, trus sidang meja hijau (kalau sekarang istilahnya "ujian komprehensif") trus diwisuda deh. Aamiiinn... :)

Kembali ke brownies kopi, kapan hari ya saya pernah nyicip brownies rasa kopi, saya lupa, kayaknya sih di seminar gitu lah, isi snack box nya, hehe.. Saya langsung suka karena saya suka kopi. Wangiii.. trus rasanya emang enak meskipun ada rasa pahit khas kopi, browniesnya gak perlu dikunyah cukup saya emut2 aja karena kalo saya kunyah gigi saya bakal coklat2 deh... haha.. :D



Sebenernya waktu itu saya ngerasa pengen lagi *rakus* trus saya liat temen saya di sebelah browniesnya masih utuh, sebelum saya mangap buat bilang "boleh barter browniesnya sama risolku gak?", tangan dia bergerak dengan cepat ke snack box nya dan meluncurlah tu brownies ke mulutnya dengan sukses. Oke fine, saya pun langsung mingkem. Haha.. Sayangnya, snack box nya gak punya merek, kayaknya sih itu pesan sama orang gitu, bukan di cake shop jadinya saya gak tau musti dapetin brownies itu dimanaaaa... ><

Nah, awal Juli yang lalu saya dapat oleh-oleh dari adik kelas di kampus yang baru pulang kampung ke rumahnya di Dairi, Sidikalang. Sidikalang ini terkenal sebagai penghasil kopi terbaik di Sumatera Utara. Alhamdulillaah... Saya diberi sekotak kopi asli Sidikalang. Aromanyaaaa Broooooo... Mantap kali bah....!!! (keluar logat bataknya :p) Wangiiiii... Emak sama bapak saya aja hepi bukan main ketika dapet oleh2 dari si Najmi ini (nama adik kelas saya). Langsung deh, ba'da maghrib kita ngopi berjama'ah. Yang jadi imamnya si Bapak (hush..! apaan sih?! ngaco..! haha). Kelar ngopi baru deh sekeluarga pada keliyengan. Kafeinnya tinggi. Haha.. jadi inget kopi dari Aceh juga punya kadar kafein tinggi. Berhubung bulan Juli bertepatan sama Ramadhan 1434 H, acara ngopi berjama'ahnya gak dilanjutin karena kita bertiga (bapak, emak, dan saya) punya masalah sama lambung. Sebagian kopi ditransfer ke tetangga, tapi masih ada setengah kotak lagi, masih cari momen buat ngabisinnya.

Saya baru ingat, kenapa gak coba buat brownies kopi aja. Saya googling dan ketemu resep brownies cappucinonya Mbak Hesti. Kata beliau ini brownies favorit suaminya. Yauda deh, saya coba bikin dengan sedikit modifikasi resep (saya bikin setengah resep). Yang mau coba, ini resepnya yaa.. :D


diedit abis-abisan, motretnya jelang maghrib

Brownies Kopi
Sumber: Hesti's Kitchen dengan sedikit modifikasi

Bahan:
  • 100 gr salted butter
  • 100 gr Dark Cooking Chocolate (DCC)
  • 2 butir telur
  • 1/2 sdt vanili
  • 2 sdm bubuk kopi sidikalang seduh dengan 50 mL air panas
  • 125 gr gula pasir
  • 85 gr tepung protein sedang
  • 15 gr coklat bubuk
  • 50 gr kacang tanah sangrai, cincang kasar
Cara Membuat:
  1. Lelehkan butter dan DCC dengan cara ditim. Dinginkan.
  2. Campur dengan seduhan kopi yang telah disaring. Sisihkan.
  3. Kocok telur, gula, dan vanili cukup sampai gula larut.
  4. Masukkan campuran coklat leleh, aduk asal rata.
  5. Tambahkan tepung dan coklat bubuk yang telah diayak. Aduk sampai rata.
  6. Campur sebagian kacang tanah cincang.
  7. Tuang ke loyang yang telah dioles margarin. Taburi sisa kacang sangrai. Panggang sampai matang (saya panggang selama satu jam karena menggunakan loyang loaf. Salah loyang, hehe..).


vintage style.. jadi inget kak Yo yang demen sama vintage :3

Saat dipanggang, aromanya enak banget. Browniesnya saya coba saat buka puasa. Alhamdulillaah rasanya enak, mirip seperti brownies kopi yang ada di snack box. Tekstur dense nya bikin saya ketagihan. Selebihnya brownies ini dibawa emak ke kampung nenek dan dimakan sama sepupu-sepupu saya. Hmm.. Itu aja deh. Semoga berkenan mencoba ^^
Wassalaamu'alaikum..


Mdn, 22.09.13


_miyukotaque_